Seks dan Siksa
Seks dan Siksa Di dunia tempat kita tinggal, hidup perempuan tak semata glamour dan metropolitan seperti film ‘Sex and the City’. Di dunia tempat kita tinggal, ada eksistensi perempuan yang ditentukan semata dari jarak kelamin mereka dengan moncong senapan atau serdadu. Itulah seks dan siksa. Ya, itulah geopolitik tubuh perempuan korban. Suatu hari di bulan … Read more
Lagu ‘Aceh Lam Duka’
\”Aceh Lam Duka\”, Yusbi Yusuf
Semalam di Rumah Mantan Kombatan GAM
“Saya mantan kombatan yang miskin. Cobalah Rizki berkunjung ke tempat saya di Pasee.” Itulah salah satu dari kalimat awal yang ia ucapkan saat pertama kali kami berjumpa dalam suatu kegiatan di Banda Aceh pada suatu hari di bulan Juni. Sosok itu bertubuh tegap, ramping, berkulit coklat gelap, dan berusia sekitar empat puluhan. Ia bergabung dengan … Read more
Di Tengah Kisruh Pemilukada, Cabup Perempuan ini Luarbiasa
Siang yang terik itu di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, saya duduk di bak terbuka Mitsubishi double cabin bersama dua orang pria paruh baya. Kami melintasi jalanan yang berliku-liku di pegunungan dengan debu jalanan yang cukup keras menampar kami, serta membuat jilbab saya berkibar-kibar seperti bendera merah tersangkut diujung mobil. Tapi pemandangannya sangat menyenangkan: dari kejauhan … Read more
Gas, Darah, dan Lara: Sebongkah Asa di Aceh Utara
Setelah lama tak jumpa, akhirnya kami bertemu pada siang yang terik itu di sebuah cafe di sudut simpang kota Lhokseumawe. Sobat saya itu tak berubah: tetap ceria dan sedikit usil, tapi juga masih satir, kritis, dan idealis seperti yang saya kenal. Di setiap tuturannya, ia selalu menyelipkan kedukaan terhadap nasib Aceh Utara, meski selalu ada … Read more
Di Nagan Raya: Kalender itu Hanya Pelengkap Kemiskinan
Seorang politisi terpandang di kabupaten Nagan Raya terlihat berada di sebuah gubuk kecil berukuran 5×3 meter yang terbuat dari jejeran papan beratap rumbia. Sosoknya berbaur dengan lantai dari tanah dan barang-barang berserakan lainnya: baju-baju yang tergantung di rentangan tali dan alat masak yang terletak apa adanya di perabotan minim yang kumuh. Itulah gubuk milik Bu … Read more
Cinta Ilusi dalam Kutukan Dekonstruksi
Ya, dekonstruksi adalah kutukan bagi imaji-imaji melankolik. Rentetan malam panjang yang insomnia ketika kelopak mata bersekutu dengan pikiran yang terjaga oleh gelisah yang manis pahit. Waktupun merambat dan esok pagi tiba, realita menyambut dengan senyumnya yang ragu atas rimba dunia. Tapi dekonstruksi juga lebih menohok pada klaim “cinta” yang sebenarnya ilusi bermata dua. Bahwa ia … Read more
MENUNGGU HANTU
Sebenarnya saya hendak memberi judul tulisan ini “Menunggu Setan”, tapi saya tidak suka beranalogi dengan kata ‘setan’ karena secara teologis tidak baik dan tidak menyenangkan. Istilah ‘hantu’ menjadi analogi yang lebih mudah diterima setelah saya teringat dengan salah satu judul buku karya filsuf Derrida (yang belum pernah saya baca) namun saya pernah lihat terjual di … Read more
Sederhana yang tidak Superfisial, (mungkin) itulah Kesenangan
“Apa yang membuatmu senang?” tanya seorang kawan di sore hari. Saat saya sedang memikirkan jawabannya, ia segera menimpali, ”Ya, dengar musik dan membaca itu membuatmu senang, tapi maksudku, apa yang membuatmu senang?” Saya memahami pertanyaannya. ’Membuat senang’ yang ia maksud adalah melampaui kesenangan impulsif yang cukup umum seperti mendengar musik dan membaca. Biasanya, ketika ia … Read more
Dialektik Romantik
Paradoks : “Aku tidak tahu.” Dekonstruksi : “Kenapa tidak tahu?” Paradoks : “Karena…” Dekonstruksi : “Apa itu jawaban? ‘karena’…” Paradoks : “Ya. ‘Karena’ adalah awalan. Awalan dari ‘…karena aku menunggu’.” Dekonstruksi : “Lantas dimana akhirnya?” Paradoks : “Dirimu.” Dekonstruksi : “Aku?” Paradoks : “Ya. Kamu adalah akhirannya. Sang Epilog.” Dekonstruksi : “Jika aku Sang Epilog, … Read more
Di Satu Kotak Nalar Merdeka
”Kebahagiaan adalah kebebasan.” kata seorang sahabat saya di suatu malam. ”Ketika kita miskin, terasa susah, begitu kita kaya, kadang kita justru menderita. Memang sebenarnya kebahagiaan itu adalah perasaan kebebasan.” begitulah kira-kira yang ia ucapkan ketika kami berempat sedang duduk melepas ujung hari di suatu kedai kopi. Kalimat itu memang bukan sesuatu yang langka kita … Read more
di jantung usangmu
Ada apa di kolong langit? Jangan mengintip ke dalam liang-liang lahat Yang tersembunyi di balik awan-awan galaksi Tatap mata sayuku yang telah layu lekat-lekat Di pojok bola mata itu ada satu ruh berhibernasi Merangsek merasuk menusuk Mendobrak menabrak merusak Tersaruk amuk debu Tergerus sisa dari yang sia-sia ! Ada apa di atas langit? Jangan menengadah … Read more
Kepala yang Bising
Isi kepala seperti fragmen-fragmen berhologram yang terus menerus bergerak dan bersuara tanpa henti. Nyaris tanpa henti. Dalam diam tak bergerak atau beraktivitas kesana kemari. Dalam lamunan atau berpikir. Bahkan dalam tidur – kepala itu terus berbicara. Saya bisa mendengar suara-suara di kepala saya, berbincang pada saya bahkan dalam momen antara lelap dan sadar. Suara-suara … Read more
Mississippi: Menyaksikan Seleksi Juri untuk Sidang Kasus Pembunuhan
Ruangan sidang yang besar itu dipenuhi sekitar seratus orang lebih. Sang Terdakwa yang dituntut hukuman mati itu duduk di tengah ‘altar’, di kursi kayu membelakangi Sang Hakim. Saya duduk di deretan kursi juri yang masih kosong di sebelah kiri dari kursi Sang Hakim, mengamati sosoknya. Sang Terdakwa, Eddie Pugh (31 tahun), adalah pemuda Afro-Amerika. Pada … Read more
Persimpangan Bahagia atau Bahagia yang Menyimpang?
“Kenapa dia memilih membahagiakan orang lain saat dirinya tidak bahagia? kenapa dia memilih mengalah?? it sucks.” ujar seorang sobat saya yang sedang gelisah saat saya menjumpainya di suatu sore beberapa minggu lalu. Pria itu katanya bahagia dengan sobat saya, tapi beberapa bulan ke depan ia akan menikah dengan perempuan lain. Kenapa? Kalau kata Erich … Read more
Kami yang Gila
“Siapa yang mau dengan kegilaan saya, Ki?” tanya seorang sahabat pada suatu malam. Pertanyaan itu ia ajukan usai kami berbincang beberapa saat tentang lika liku menjadi aktivis (yang akan jadi atau tidak mau jadi) PNS, tuntutan ekonomi, dan – ini yang juga jadi isu – tuntutan menikah. Biasanya selama di Aceh, kalau ada kesempatan, kami … Read more





















